Sholat Safar

Photo

A. Sholat Safar (Sholat Musafir)

Sholat safar atau sholat musafir adalah sholat yang dilakukan oleh orang yang sebelum bepergian atau melakukan perjalanan selama tidak bertujuan untuk maksiat seperti pergi haji, mencari ilmu, mencari kerja, berdagang, dan sebagainya. Tujuan utamanya adalah supaya mendapat keridhoan, keselamatan dan perlindungan dari Allah SWT.

Orang yang dalam perjalanan mendapatkan kemudahan dan keringanan dalam jumlah rekaat sholat atau sholatnya boleh dikerjakan dengan diqashar.

Berikut adalah dasar-dasar yang membahas kemudahan atau keringanan :

“Dan apabila kalian bepergian di muka bumi, tidak mengapa kalian mengqashar sholat kalian, jika kalian takut diserang orang-orang kafir” (Q.S An Nisa : 101).

Dan berkaitan dengan sholat musafir maka kemudahan ini “wajib” diikuti sebagaimana ketentuan lain, dengan tidak mengurangi atau menambahi tata cara “Sholat Musafir” atau bahkan meninggalkannya.

Diriwayatkan oleh Imran bin Hashin : “Aku berhaji dengan Rasulullah s.a.w. maka beliau sholat dua rokaat. Aku bepergian dengan Abu Bakar maka dia sholat dua rokaat sampai ia berangkat. Aku bepergian dengan Umar maka dia sholat dua rokaat sampai ia berangkat, Dan aku bepergian dengan Utsman maka ia pun sholat dua rokaat selama enam tahun. Kemudian dia menyempurnakan (sholat) di Mina” (Sebagai catatan bahwa saat itu ketentuan Muqim saat Hadits itu terjadi adalah berada di Mina).

Diriwayatkan Aisyah r.a. : “(Sebelum hijrah) sholat difardhukan (hanya) dua rokaat, kemudian dikukuhkan untuk sholat (musafir) ketika dalam bepergian dan sholat itu disempurnakan untuk sholat ketika sedang berada di tempat”.

Dari uraian diatas maka sudah jelaslah bahwa suatu kemudahan atau keringanan itu, baik sholat musafir, kemudahan-kemudahan ibadah lainnya harus dilaksanakan.

 Jenis-jenis safar

Bepergian atau safar ada tiga macam:

  • Safar yang terpuji, bisa jadi ia adalah wajib seperti pergi haji bagi yang mampu, belajar menuntut ilmu, keluar dari negeri kafir menuju negeri muslim dan lain-lain. Mungkin juga ia adalah mustahab (dianjurkan) seperti mengunjungi kerabat dan orang alim atau sesuatu yang mubah seperti untuk urusan kerja agar kebutuhannya tercukupi.
  • Safar yang dibenci (makruh), seperti keluar dari suatu negeri yang sedang terserang wabah.
  • Safar yang tercela dan dilarang seperti pergi dalam rangka mendurhakai orang tua atau bepergian untuk tujuan jahat dan kerusakan.

Ada seorang alim ditanya tentang safar yang paling utama, maka beliau menjawab: “Yaitu yang paling membantu dalam urusan agama (ketaatan). “

 Diantara ciri-ciri safar Nabi Shallallaahu ‘alaihi wa sallam :

  • Safar beliau berkisar pada empat hal; untuk hijrah, jihad (dan ini yang terbanyak), untuk umrah dan untuk haji.
  • Nabi biasa keluar rumah hari Kamis diawal waktu siang.
  • Berdoa ketika naik kendaraan, bertakbir ketika menaiki tanjakan atau bukit, bertasbih ketika menuruni lembah.
  • Bersegera kembali kepada keluarganya jika keperluan telah selesai, tidak mengagetkan (membangunkan) mereka ketika pulang waktu malam.
  • Mengqashar (meringkas) Sholat yang empat rakaat, dan berbuka ketika safar dibulan Ramadhan.

B. Sholat Sunnah Sepulang Safar

 Safar adalah aktivitas yang melelahkan sekaligus menyenangkan. Dari sisi lelahnya, Nabi -shollallahu alaihi wa sallam- bersabda:

السَّفَرُ قِطْعَةٌ مِنْ الْعَذَابِ

Safar merupakan secuil dari adzab. (HR. al-Bukhari)

Sedang dalam sisi senangnya, orang yang safar akan mendapat ilmu baru, teman baru, pengalaman baru, dan hal-hal lain yang baru.

Dan di antara sunnah Nabi Muhammad SAW yang telah banyak dilupakan adalah Sholat dua rakaat di masjid sepulang dari safar. Yang mana seseorang yang baru pulang dari safar disunnahkan untuk pergi ke masjid terdekat dari rumahnya kemudian mengerjakan Sholat dua rakaat, baru setelah itu ia pulang ke rumah.

Ada beberapa hadits yang menerangkan tentang sunnahnya mengerjakan Sholat dua rakaat di masjid sepulang dari safar. Berikut di antaranya:

Hadits Pertama

عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ قَالَ: خَرَجْتُ مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي غَزَاةٍ، فَأَبْطَأَ بِي جَمَلِي وَأَعْيَا، ثُمَّ قَدِمَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَبْلِي، وَقَدِمْتُ بِالْغَدَاةِ فَجِئْتُ الْمَسْجِدَ فَوَجَدْتُهُ عَلَى بَابِ الْمَسْجِدِ. قَالَ: الآنَ حِينَ قَدِمْتَ؟ قُلْتُ: نَعَمْ. قَالَ: فَدَعْ جَمَلَكَ وَادْخُلْ فَصَلِّ رَكْعَتَيْنِ. قَالَ: فَدَخَلْتُ فَصَلَّيْتُ ثُمَّ رَجَعْتُ

Dari Jabir bin Abdullah ra, ia berkata: Aku pernah pergi bersama Rasulullah SAW pada suatu peperangan. Lalu tiba-tiba untaku berjalan melambat dan kondisinya melemah. Dan ketika itu Rasulullah SAW telah sampai sebelumku, sedang aku baru sampai pada pagi hari. Kemudian aku pergi ke masjid dan aku mendapati beliau berada di depan pintu masjid. Beliau berkata: ”Apakah engkau baru tiba?” Ya, jawabku.”Tinggalkan untamu, masuklah (ke masjid) dan kerjakan Sholat dua rakaat”, lanjut beliau. Lalu aku pun masuk (masjid) dan mengerjakan Sholat kemudian pulang. HR. al-Bukhari, no. 2097, Muslim, no. 715.

Hadits Kedua

Pada riwayat yang lain Jabir bertutur: Aku menjual unta kepada Rasuullah SAW di tengah perjalanan. Dan tatkala kami sampai ke kota Madinah beliau berkata:

اِئْتِ الْمَسْجِدَ فَصَلِّ رَكْعَتَيْنِ

Pergilah ke masjid kemudian Sholatlah dua rakaat. HR. al-Bukhari, no. 2604.

Hadits Ketiga

Ka’ab bin Malik -radhiallohu anhu- berkata: ”Nabi -shollallahu alaihi wa sallam- dahulu, apabila baru tiba dari safar beliau masuk ke masjid kemudian mengerjakan Sholat dua rakaat di dalamnya. ” HR. al-Bukhari, no. 2604.

 Dari tulisan ringkas ini dapat kita ambil beberapa faedah:

  1. Banyak sunnah Rasulullah SAW yang hampir terlupakan, di antaranya adalah Sholat sunnah dua rakaat sepulang dari safar.
  2. Disunnahkan bagi siapa saja yang baru datang dari safar untuk mengerjakan Sholat dua rakaat di masjid sebelum ia masuk rumah.
  3. Hukum Sholat dua rakaat ini adalah sunnah.
  4. Sholat tersebut bukanlah Sholat tahiyyatul masjid, akan tetapi Sholat sunnah ketika datang dari safar.

Sholat sunnah ini tidak khusus bagi orang yang baru pulang haji dari Mekah, akan tetapi bersifat umum, baik safar dari luar negeri maupun dari dalam negeri.

One thought on “Sholat Safar

Silahkan Beri Kesan dan Komentar Anda disini

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s