Langkah-langkah Sholat Khusyu’

khusyu'Selama ini shalat dianggap sebagai sesuatu yang memberatkan, karena kebanyakan dari kita tidak mengetahui dan merasakan ketinggian nilai spiritual yang ada di dalamnya.

Sering kali terbersit di dalam perasaan kita dimana shalat terasa menjemukan, tidak membuat hati lebih enak di saat kita butuhkan untuk menolong menyelesaikan perasaan yang gelisah. Atau shalat tidak memiliki gereget yang mampu mempengaruhi mental kita untuk menjadi lebih baik dan menyenangkan.

Nabi mengatakan bahwa shalat adalah pemandangan yang menyejukkan hatinya, suatu amalan yang paling disukainya. Tetapi masyarakat terlanjur menilai shalat sebagai sebuah perintah, sebuah kewajiban yang tidak terelakkan. Akibatnya shalat tidak menjadi sebuah kebutuhan (aksioma) untuk pribadinya, apalagi untuk meraih rasa khusyu’.

Disini ada langkah-langkah untuk mencapai sholat khusyu’ agar sholat kita menjadi hal yang sangat penting dalam kehidupan kita, membuat hati kita menjadi tenang dan terutama menjadi orang yang beruntung.

Allah berfirman :

 “Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman yaitu orang-orang yang khusyu dalam sholatnya dan orang-orang yang menjauhkan diri dari perbuatan dan perkataan yang tiada berguna”. (Al-Quran: Surat Al-Mu`minun)

1. Pengertian Khusyu :

Menurut pendapat para ulama :

  • Amru ibn Dinar : tenang dan bagus
  • Ibnu Sirin : tiada mengangkat pandangan dari tempat sujud.
  • Ibnu Jubair : tetap mengarahkan pikiran kepada shalat, sehingga tidak mengetahui orang sebelah kanan dan sebelah kiri.
  • Ali bin Abi Thalib : tiada berpaling ke kanan dan tiada berpaling ke kiri.

Khusyu’ adalah buah dari iman kepada-Nya dan sholat yang benar bukan sekedar memahami makna sholat dari takbir hingga salam. Tetapi hati juga hadir merasakan, menikmati setiap gerak dari takbir hingga salam dalam tatapan Allah, perhatian Allah dan pendengaran Allah. Dan puncak dari kekhusyu’an adalah akhlakul karimah. Inilah inti ibadah, doa zikir dan ilmu.

Imam Ali berkata :

“Sungguh orang berdusta di pagi hari tidak akan khusyu’ sholat di siang hari “

Betapa hebatnya pengaruh dusta terhadap sholat. Ringkasnya, sholat yang khusyu’ akan melahirkan akhlak yang mulia, dan akhlak yang mulia buah dari kekhusyu’an.

Khusyu’ juga merupakan amalan hati yaitu suatu keadaan yang mempengaruhi jiwa, lahir bekasnya pada anggota, seperti tenang dan menundukkan diri. Ketika shalat, jagalah hati, yakni  setiap kali mengerjakan shalat,  jagalah hati hanya untuk Allah, janganlah palingkan kepada selain-Nya, usahakan hati yang menggerakkan bibir, bukan bibir yang menggerakkan hati.

2. Langkah-langkah Sholat khusyu

  • Dimulai sejak wudlu

Ali bin Abi Thalib ra, Setelah wudlu ditanya oleh seorang sahabat: Mengapa setiap kali wudlu wajah anda kelihatan pucat dan gemetaran ? apakah anda sakit ? Ali menjawab, tahukah kamu setelah wudlu ini saya akan menghadap siapa ? Ali berkata: Kalau seorang budak dipanggil tuannya menghadap dengan takut dan gemetar, apalagi saya yang akan mengadap Allah.

Hatim al-Asham  mengatakan aku berwudhu dengan tujuh perkara:

  1. Dengan tobat
  2. Dengan penyesalan atas dosa di masa lalu
  3. Meninggalkan ketergantungan kepada dunia.
  4. Meninggalkan pujian para makhluq
  5. Meninggalkan keterikatan kepada benda
  6. Meninggalkan kedengkian
  7. Meninggalkan hasad
  • Melaksanakan Sholat

Dalam melaksanakan shalat. Di waktu menghadap ke kiblat, jadikan dirimu sebagai seorang hamba yang selalu bergantung kepada Allah. Seakan-akan engkau berada di hadapan Allah, dan syurga berada di sebelah kanan, neraka di sebelah kiri, sementara Izrail berada di belakang, dan seakan-akan kedua kaki berada di atas jembatan Shirat dan anggap shalat ini adalah shalat terakhir. Lintaskan kematian setiap menjelang shalat, maka shalat akan dilaksanakan dengan serius, sungguh-sungguh, karena merasa sebagai shalat terakhir. Lintasan kematian melahirkan rasa dekat dengan Allah Yang Maha Kuasa dalam menggenggam ruh manusia.

Rasulullah bersabda:

”Laksanakan shalat, seakan shalat yang engkau lakukan adalah shalat terakhir”.

  •  Penuhi delapan syarat shalat khusyu’
  1. Khusnul  Qiro’ah yaitu bacaan baik, meliputi makhraj, tajwid, suara, lagu, pemenggalan bacaan dan waqaf. Bacaan yang baik mendukung suasana khusyu’ dalam shalat, terutama ketika shalat berjama’ah.
  2. Tartibul Arkan yaitu menunaikan rukun shalat dengan tertib. Shalat harus dilakukan dengan tertib dan tuma’ninah, tenang, penuh penghayatan dari satu gerakan ke gerakan yang lain, dari satu bacaan ke bacaan yang lain. Tidak akan khusyu’ shalat yang dilaksanakan dengan tergesa-gesa. Ingat “Al-’Ajalatu minasy-syaithan” tergesa-gesa adalah perbuatan syetan.
  3. Khudlurul Qalbi Yakni menghadirkan hati. Shalat harus dilakukan dengan segenap jiwa dan raga.
  4. Al- Haibah yakni mengarahkan seluruh konsentrasi hanya kepada Allah semata.
  5. Tafahhum yakni memahami makna bacaan, gerakan, dan seluruh kegiatan shalat
  6. Al- Haya’ yakni merasa malu kepada Allah, malu menikmati rahmat sedikit bersyukur, dosa sudah banyak taubat belum maksimal, umur sudah lanjut, ibadah masih kurang.
  7. Al- Khauf yakni merasa takut kepada Allah, takut hidupnya tidak diridlai, takut ibadah tidak diterima, takut do’a tidak dikabulkan, takut tidak mendapat pertolongan dan perlindungan dari Allah.
  8. Ar- Roja’ yakni penuh harap kepada Allah, sikap optimis ibadahnya akan diterima, hidup diridlai, maka tetap istiqamah dalam beribadah dan berdo’a kepada Allah.

 

Ciri-ciri orang-orang yang sholatnya khusyu:

  1. Sangat menjaga waktunya, dia terpelihara dari perbuatan dan perkataan sia-sia apa lagi maksiat. Jadi orang-orang yang menyia-nyiakan waktu suka berbuat maksiat berarti sholatnya belum berkualitas atau belum khusyu.
  2. Niatnya ikhlas, jarang kecewa terhadap pujian atau penghargaan, dipuji atau tidak dipuji, dicaci atau tidak dicaci sama saja.
  3. Cinta kebersihan karena sebelum sholat, orang harus wudhu terlebih dahulu untuk mensucikan diri dari kotoran atau hadast.
  4. Tertib dan disiplin, karena sholat sudah diatur waktunya.
  5. Selalu tenag dan tuma`ninah, tuma`ninah merupakan kombinasi antara tenang dan konsentrasi.
  6. Tawadhu dan rendah hati, tawadhu merupakan akhlaknya Rosulullah.
  7. Tercegah dari perbuatan keji dan munkar, orang lain aman dari keburukan dan kejelekannya.

Nabi Muhammad SAW dalam sholatnya benar-benar dijadikan keindahan dan terjadi komunikasi yang penuh kerinduan dan keakraban dengan Allah. Ruku, sujudnya panjang, terutama ketika sholat sendiri dimalam hari, terkadang sampai kakinya bengkak tapi bukannya berlebihan, karena ingin memberikan yang terbaik sebagai rasa syukur terhadap Tuhannya. Sholatnya tepat pada waktunya dan yang paling penting, sholatnya itu teraflikasi dalam kehidupan sehari-hari.

Orang yang sholatnya khusyu dan suka beramal baik tapi masih suka melakukan perbuatan yang dilarang oleh Allah, mudah-mudahan orang tersebut tidak hanya ritualnya saja yang dikerjakan tetapi ilmunya bertambah sehingga membangkitkan kesadaran dalam dirinya.

Jika kita merasa sholat kita sudah khusyu dan kita ingin menjaga dari keriaan yaitu dengan menambah pemahaman dan mengerti bacaan yang ada didalam sholat dan dalam beribadah jangan terhalang karena takut ria.

Inti dalam sholat yang khusyu yaitu akhlak menjadi baik, sebagaimana Rosulullah menerima perintah sholat dari Allah, agar menjadikan akhlak yang baik. Itulah ciri ibadah yang disukai Allah.

Itulah sedikit langkah-langkah melaksanakan sholat dengan khusyu’ semoga kita bisa menjalankan sholat dengan khusyu.

Wallahu a’lam.

One thought on “Langkah-langkah Sholat Khusyu’

Silahkan Beri Kesan dan Komentar Anda disini

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s