Adakah Hadits Tentang Cincin Batu Akik

Batu Akik

Adakah hadits tentang keutamaan memakai cincin?

Ternyata hadits mengenai keutamaan memakai cincin itu semuanya tidak shahih dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, alias palsu.

Diantara hadits-hadits tersebut :

Hadits pertama,

تختموا بالعقيق فإنه مبارك

Pakailah cincin akik, karena akik itu diberkahi

Hadits kedua,

تختموا بالعقيق فإنه ينفي الفقر

Pakailah cincin akik, karena cincin akik mengurangi kefakiran.

Sebagian ulama menjelaskan, maksudnya, ketika seseorang memiliki akik, kemudian dia membutuhkan uang, dia bisa jual akiknya. Sehingga dia tidak harus berutang.

Hadits ketiga,

تختموا بالعقيق فإنه أنجح للأمر واليمنى أحق بالزينة

Pakailah cincin akik, karena akik membuat sukses urusan. Dan tangan kanan lebih berhak untuk diberi perhiasan.

Hadis keempat,

تختموا بالعقيق فإن جبريل أتاني به من الجنة وقال لي يا محمد تختم بالعقيق وأمر أمتك أن تتختم به

Pakailah cincin akik, karena jibril mendatangiku dengan membawa akik dari surga. Beliau berpesan, ‘Hai Muhammad, pakailah akik, dan perintahkan umatmu untuk memakai cincin akik.’

Hadis kelima,

تختموا بالخواتم العقيق فإنه لا يصيب أحدكم غم ما دام عليه

Pakailah cincin-cincin akik, karena kalian tidak akan pernah merasa sedih selama memakai cincin akik.

Hadis-hadits di atas disebutkan oleh al-Ajluni dalam kitab Kasyf al-Khafa, yang hampir semuanya beliau komentari: ‘Maudhu’ (Hadits palsu). Hingga beliau menyebutkan kesimpulan yang disampaikan al-Uqaili tentang masalah hadis akik,

لا يثبت في هذا عن النبي صلى الله عليه وسلم شئ

Tidak ada satupun hadits shahih tentang akik dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam. (Kasyf al-Khafa, 1/300).

Untuk itu, bagi anda pengagum akik, hindari klaim tentang keutamaan akik dan anjuran memakai akik. Karena hadis yang menyebutkan hal ini statusnya palsu.

Hindari Pemborosan

Barangkali sejarah anthurium berulang. Masyarakat gila trend dedaunan, hingga rela mengosongkan sakunya. Begitu suasana ini hilang akibat diempas kilauan warna-warni daun aglaonema, hilang pula kehormatan anthurium.

Terkadang kita perlu menyadari, mengapa ekonomi kita begitu tergantung dengan tren dan hobi, yang itu umumnya usianya sangat pendek. Dulu kita juga dipermainkan dengan ikan lohan. Anda bisa saksikan, berapa lama masa kejayaan tanaman dan ikan hias itu. Begitu harganya hilang, semua tinggal kenangan dan penyesalan.

Tentu saja kita tidak berharap hal ini terulang untuk komoditas apapun. Sehingga kita hanya menjadi bulan-bulanan komunitas yang tidak jelas. Kita bisa menyadari, berapa lama hobi dan tren bisa bertahan di hati manusia yang sangat rentan dengan kebosanan.

Kita memohon kepada Allah, semoga kita tidak menjadi budak hobi.

Demikian, Allahu a’lam

Ustadz Ammi Nur Baits (Dewan Pembina Konsultasisyariah.com)

Sumber : Abu Umamah


 

C i n c i n  R a s u l u l l a h

-shallallahu ‘alaihi wa sallam-

Berikut beberapa hadits yang menceritakan cicin Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam,

Pertama, dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, beliau menceritakan,

كان خاتم النبي صلى الله عليه وسلم من ورق وكان فصه حبشيا

Cincin Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam terbuat dari perak, dan mata cincinnya berasal dari Habasyah (ethiopia). (HR. Muslim 2094, Turmudzi 1739, dan yang lainnya).

Kedua, dari Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhuma,

أن النبي صلى الله عليه وسلم اتخذ خاتما من فضة فكان يختم به

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menggunakan cincin dari perak, dan beliau gunakan untuk menstempel suratnya. (HR. Ahmad 5366, Nasai 5292, dan sanadnya dinilai shahih oleh Syuaib al-Arnauth).

Ketiga, dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, beliau menceritakan,

كان خاتم النبي صلى الله عليه وسلم من فضة فصه منه

”Cincin Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dari perak, dan mata cincin juga dari bahan perak.” (HR. Bukhari 5870, Nasai 5198, dan yang lainnya).

Keempat, dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, beliau mengatakan

كان نقش خاتم رسول الله صلى الله عليه وسلم ( محمد ) سطر و ( رسول ) سطر و ( الله ) سطر

Ukiran mata cincin Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bertuliskan: Muhammad [محمد] satu baris, Rasul [رسول] satu baris, dan Allah [الله] satu baris. (HR. Turmudzi 1747, Ibn Hibban 1414, dan semakna dengan itu diriwayatkan oleh Bukhari 5872)

Dalam riwayat lain dijelaskan,

أن النبي صلى الله عليه وسلم أراد أن كتب إلى كسرى وقيصر والنجاشي فقيل له : إنهم لا يقبلون كتابا إلا بخاتم فصاغ رسول الله صلى الله عليه وسلم خاتما حلقته فضة ونقش فيه محمد رسول الله فكأني أنظر إلى بياضه في كفه

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam hendak menulis surat ke Kisra (persi), Kaisar (romawi), dan Najasyi (Ethiopia). Kemudian ada yang mengatakan, ’Mereka tidak mau menerima surat, kecuali jika ada stempelnya.’ Lalu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam membuat cincin dari perak, dan diukir tulisan Muhammad Rasulullah. Saya melihat putihnya cincin itu di tangan beliau. (HR. Ahmad 12738, Bukhari 5872, Muslim 2092, dan yang lainnya).

Kelima, dari Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhuma, beliau menceritakan,

اتخذ رسول الله صلى الله عليه وسلم خاتما من ورق فكان في يده ثم كان في يد أبي بكر ويد عمر ثم كان في يد عثمان حتى وقع في بئر أريس نقشه : محمد رسول الله

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam membuat cincin dari perak. Pertama beliau yang memakai, kemudian dipakai Abu Bakar, kemudian Umar, kemudian dipakai Utsman, hingga akhirnya kecemplung di sumur air Arisy. Ukirannya bertuliskan: Muhammad Rasulullah. (HR. Bukhari 5873, Muslim 2091, Nasai 5293, dan yang lainnya)

Keenam, dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, beliau menceritakan,

أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اتَّخَذَ خَاتَمًا مِنْ فِضَّةٍ، وَنَقَشَ فِيهِ: مُحَمَّدٌ رَسُولُ اللَّهِ، وَقَالَ: «إِنِّي اتَّخَذْتُ خَاتَمًا مِنْ وَرِقٍ، وَنَقَشْتُ فِيهِ مُحَمَّدٌ رَسُولُ اللَّهِ، فَلاَ يَنْقُشَنَّ أَحَدٌ عَلَى نَقْشِهِ»

Bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam membuat cincin dari perak, dan diukir: Muhammad Rasulullah. Kemduian Beliau bersabda, “Sesungguhnya aku membuat cincin dari perak, dan aku ukir Muhammad Rasulullah. Karena itu, jangan ada seorangpun yang mengukir dengan tulisan seperti ini.” (HR. Bukhari 5877)

Dari beberapa riwayat di atas, ada beberapa pelajaran yang bisa kita simpulkan,

1. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memakai cincin

2. Cincin Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memiliki ciri:

  • Terbuat dari perak
  • Ada mata cincinnya, yang juga terbuat dari perak
  • Logam perak mata cincin Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berasal dari Ethiopia
  • Bagian mata cincin ada ukirannya, bertuliskan: Muhammad Rasulullah
  • Tulisan ukiran di mata cincin itu biasa digunakan untuk stempel surat

3. Tujuan utama Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam membuat cincin adalah untuk dijadikan stempel surat dakwah yang hendak dikirim ke berbagai penjuru dunia.

4. Cincin Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam digunakan para khulafa’ ar-rasyidin setelah beliau sebagai stempel surat.

5. Larangan untuk membuat cincin dengan ukiran seperti ukiran cincin Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, Muhammad Rasulullah. al-Hafidz Ibn Hajar menjelaskan, ’Karena dalam cincin itu ada tulisan nama beliau, dan status beliau. Beliau membuat demikian sebagai ciri khas beliau, yang membedakan dengan lainnya. Jika yang lain dibolehkan untuk membuat ukiran cincin seperti itu, maka tujuan ini tidak terwujud.’ (Fathul Bari, 10/324).

6. Makna ”mata cincinnya berasal dari Habasyah”

Para ulama berbeda pendapat tentang makna kalimat ini. Imam an-Nawawi menyebutkan beberapa pendapat ulama mengenai hal tersebut,

  • Mata cincinnya berupa batu dari Habasyah, berupa batu akik. Karena tambang batu akik ada di habasyah dan Yaman.
  • Warnanya seperti orang habasyah, yaitu berwarna hitam. Kata Ibn Abdil Bar, inilah pendapat yang lebih kuat. Berdasarkan riwayat dari Anas yang menegaskan bahwa mata cincin Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dari perak. Artinya, bukan batu akik.
  • Kedua makna di atas benar. Dalam arti, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam terkadang memakai cincin yang matanya dari perak dan terkadang memakai cincin yang matanya batu akik. (Syarh Shahih Muslim, 14/71).

Al-Hafidz Ibn Hajjar juga menyebutkan beberapa kemungkinan yang lain,

  • Mata cincin beliau berupa batu dari habasyah
  • Mata cincinnya dari perak. Disebut dari Habasyah, karena cirinya. Bisa jadi ciri modelnya atau ciri ukirannya.

(Fathul Bari Syarh Shahih Bukhari, 10/322)

Sumber : Abu Umamah

Sumber Photo : www.fiscuswannabe.web.id

9 thoughts on “Adakah Hadits Tentang Cincin Batu Akik

Silahkan Beri Kesan dan Komentar Anda disini