Cara Menghindari Sifat Riya’

Riya’ adalah menampakkan amal ibadah dengan maksud agar dilihat orang lain. Memperlihatkan kepada orang lain bahwa dia sedang mengerjakan amal ibadah. Jadi orang riya’ melakukan amal ibadah bukan karena Allah, melainkan ingin mendapatkan sanjungan dan pujian dari orang lain.

Riya’ ini merupakan penyakit hati yang bisa menimpa kita semua tatkala kita sedang beribadah. Riya’ ini yang sangat dikhawatirkan oleh Nabi shallahu ‘alaihi wa sallam, karena riya’ termasuk syirik kecil. Dalam sebuah hadits disebutkan :

عَنْ مَحْمُودِ بْنِ لَبِيدٍ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- قَالَ « إِنَّ أَخْوَفَ مَا أَخَافُ عَلَيْكُمُ الشِّرْكُ الأَصْغَرُ

Dari Mahmud bin Labid, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya yang paling kukhawatirkan akan menimpa kalian adalah syirik kecil.” (HR. Ahmad)

Bagaimana kita menghindari riya’ tersebut?

Secara singkat penulis coba jelaskan bagaimana caranya untuk menghindari riya’, namun sebelumnya kita perbaiki dahulu diri kita, amal-amal yang kita kerjakan, apa sebenarnya tujuan kita beramal.
Disini ada beberapa cara untuk menghindari riya :

Pertama, sebaiknya seluruh amal yang kita kerjakan diniatkan hanya karena Allah semata.

Kedua, biasakan diri beramal/beribadah tanpa diketahui orang lain atau merahasiakan amal perbuatan, ingatkan bahwa hanya Allahlah yang mengetahui amal kita.

Ketiga, muhasabah diri, instropeksi diri, yaitu mengingat-ingat amal yang telah dilakukan karena Allah atau karena manusia. Jika ingat ada amal yang dilakukan karena riya’, segera bertaubat dan mengazamkan diri untuk menghindari riya’.

Keempat, berusaha untuk melawan berbagai bisikan setan untuk berbuat riya’ pada saat mengerjakan suatu ibadah. (Imam Ghozali)

Kelima, Menghilangkan sebab-sebab riya’, seperti kenikmatan terhadap pujian orang lain. (Imam Ghozali)

Keenam, selalu berdoa memohon kepada Allah agar hati lurus dan ikhlas dalam beribadah, dan terhindar dari perbuatan riya. Doa yang diajarkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam :

اللّهُمَّ إِنَّانَعُوْذُبِكَ مِنْ أََنْ نُشْرِكَ بِكَ شَيْئًانَعْلَمُهُ وَنَسْتَغْفِرُكَ لِمَا لاَ نَعْلَمُ

Ya Allah, kami berlindung kepada-Mu dari perbuatan syirik yang kami ketahui. Dan kami mohon ampunan kepada-Mu dari apa yang tidak kami ketahui. (HR. Ahmad)

Semoga kita bisa menghindari segala macam bentuk riya’…

Wallahu a’lam.

Dikutip dari berbagai sumber

Iklan

8 thoughts on “Cara Menghindari Sifat Riya’

  1. Meskipun disebut syirik kecil –dalam riwayat Imam Ahmad, menyampaikan sebuah hadits dari Nabi Saw. bahwa orang yang memperbagus shalat karena mengetahui ada orang lain memerhatikan disebut sebagai syirik khafi atau tersembunyi– meski kecil atau tersembunyi, tapi kan syirik. Sungguh, ini sangat berbahaya. Semoga kita bisa menghindarinya ya, Mas.

    Disukai oleh 1 orang

  2. Terima kasih postingannya kadang kita tidak sadar ada sifat riya misalnya Sholat ingin di lihat orang, dsb.
    Mudah-mudahan Allah melindungi kita dari sifat riya khususnya Saya, izin share😊

    Disukai oleh 1 orang

Silahkan Beri Kesan dan Komentar Anda disini

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s