Bila Rutinitas Amal Ibadah Mulai Berkurang

Pernahkah sahabat merasakan bahwa dalam akhir-akhir ini ibadah yang sering (biasa) dikerjakan dengan rutin, ternyata mulai berkurang, padahal dahulunya lagi gencar-gencarnya untuk beramal, menumpuk amal untuk bekal diakhirat nanti. Terkadang kita yang tidak menyadarinya, biasanya tilawahnya rajin sampai target, eh, kini mulai berkurang, atau sholat tepat waktu, kini mala diundur-undur. Atau mala sama sekali meninggalkannya.

Dalam kondisi seperti ini bisa jadi kita telah terkena futur, biasa melakukan amal ibadah sekarang meninggalkannya, padahal apa yang telah kita tinggalkan itu pasti ada siksa atau balasan dari Allah Ta’ala

hati-hati…

Kalau kita telah merasa ibadah berkurang, kita perlu bermuhasabah diri, mengintrospeksi diri, mungkin ada yang membuat kita lalai, membuat kita malas dan enggan beribadah.

Dalam sebuah hadits dari Anas bin Malik bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

“Orang yang pandai adalah orang yang mengintrospeksi dirinya dan beramal untuk setelah kematian, sedang orang yang lemah adalah orang yang jiwanya selalu tunduk pada nafsunya dan mengharap pada Allah dengan berbagai angan-angan.” (HR. Ahmad dan Tirmidzi)

 Tatkala kita menyadarinya, bersegeralah mohon ampun, jangan sampai kita lalai dari apa yang telah diwajibkan oleh Allah Subhanallahu wa Ta’ala.

وَاذْكُرْ رَبَّكَ فِي نَفْسِكَ تَضَرُّعًا وَخِيفَةً وَدُونَ الْجَهْرِ مِنَ الْقَوْلِ بِالْغُدُوِّ وَالآصَالِ وَلا تَكُنْ مِنَ الْغَافِلِينَ

“Dan sebutlah (nama) Tuhanmu dalam hatimu dengan merendahkan diri dan rasa takut, dan dengan tidak mengeraskan suara, di waktu pagi dan petang, dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang lalai.” (QS. Al A’raf : 205)

Semua orang pasti mengalaminya, mungkin sahabat juga pernah…

Termasuk penulis sendiri. Rutinitas ibadah yang telah diamalkan selama janganlah sampai berkurang atau hilang tak berbekas, walaupun sedikit sekali yang dikerjakan. Dalam sebuah hadits Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda,

أَحَبُّ الأَعْمَالِ إِلَى اللَّهِ تَعَالَى أَدْوَمُهَا وَإِنْ قَلَّ

Amalan yang paling dicintai oleh Allah Ta’ala adalah amalan yang kontinu walaupun itu sedikit.” (HR. Muslim)

Semoga kita selalu istiqomah beribadah, meraih ridho-Nya…

13 thoughts on “Bila Rutinitas Amal Ibadah Mulai Berkurang

  1. Assalaamu’alaikum wr.wb, Asmadi…
    Iman manusia sentiasa turun naik berdasarkan amalan yang dilakukannya. Mudahan kita bisa membanyakkan amal agar selalu dekat dengan Allah SWT. Aamiin.
    Salam sejahtera dari Sarikei, Sarawak.

    Disukai oleh 1 orang

  2. Luar biasa, mas. Buruknya, kini saya tengah mengalaminya. Dimulai dengan membandingkan kualitas ibadah dulu dan sekarang. Tapi belum segera dapat solusi untuk mengatasinya. Sholat kadang telat, terutama shubuh. Astaghfirullah. 😥

    Disukai oleh 1 orang

  3. Assalamu’alaikum mas Asmadi…

    Sebuah hidayah lagi menghampiri kita lewat postingan ini alhamdulillah..dan ini harus kita sambut dan kita tangkap jgn sampai lepas lagi utk selamanya, aamiin

    Salam ta’zim dari Dompu-NTB

    Disukai oleh 1 orang

Silahkan Beri Kesan dan Komentar Anda disini

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s