Menjaga Pandangan (Ghadul Bashar)

Suatu hal yang tak bisa lepas dari aktivitas manusia pada matanya, yaitu melihat atau memandang. Mata merupakan karunia Allah yang harus disyukuri, karena begitu banyak manfaatnya, dengan mata kita bisa melihat benda dihadapan kita, melihat indah dan luasnya dunia ini. Karena mata kita takkan tersandung, menabrak ketika berjalan.

Untuk mensyukurinya yaitu tidak untuk melihat yang mendatangkan dosa bagi pemilik mata, jadi mata perlu dijaga pandangan, jangan sampai kita berdosa karena mata. Allah subhanallahu wa ta’ala berfirman :

قُلْ لِلْمُؤْمِنِينَ يَغُضُّوا مِنْ أَبْصَارِهِمْ وَيَحْفَظُوا فُرُوجَهُمْ ذَلِكَ أَزْكَى لَهُمْ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا يَصْنَعُونَ

“Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat”. (QS. An Nur 30)

Menjaga pandangan dalam bahasa arabnya “Ghadul Bhasar“, yaitu menjaga pandangan dari hal-hal yang diharamkan, yang mengakibatkan dosa. Dalam sebuah hadits di katakan, “… Zina kedua mata adalah dengan memandang, …” (HR. Bukhari dan Muslim). Zina merupakan dosa, dosa dari mata adalah zina mata, yaitu dengan mamandang yang diharamkan.

Kita tak bisa luput dari pandangan tatkala kita berada ditempat-tempat umum dan ramai, disana banyak orang orang-orang, terutama wanita yang tidak berhijab, yang memperlihatkan kecantikan wajahnya, wanita yang dengan sengaja mengumbar aurat yang tak pantas untuk dilihat. Dirumah juga kita tak tak luput dari pandangan, ketika menonton TV, browsing internet, baca majalah, koran, dll, yang menampilkan wanita-wanita cantik. Semua itu akan menimbulkan zina mata bagi yang memandang, bila kita melihatnya menimbulkan nafsu syahwat, sekilas setelah terlihat langsung terbayang-bayang dibenak betapa elok cantiknya dan sebagainya.

Maka dari itu jika tak sengaja terlihat, janganlah berlama-lama atau melihat untuk kedua kalinya, segera palingkan pandangan.

“Wahai Ali, jangan kamu ikuti pandangan pertama dengan pandangan berikutnya, karena yang pertama itu boleh (dimaafkan sedangkan yang berikutnya tidak.” (HR. Tirmidzi).

Sahabat, setiap kita mendapati pandangan yang berujung ke perbuatan zina mata, hendaklah tinggalkan pandangan itu dan beristighfarlah agar terhindar untuk melihat kedua kalinya. Dan jika kita meninggalkanya Allah akan menggantinya dengan keimanan, seperti dalam sebuah hadits :

“Pandangan mata adalah panah beracun di antara panah-panah iblis. Barangsiapa meninggalkannya karena takut kepada-Ku maka Aku ganti dengan keimanan yang dirasakan manis dalam hatinya.” (HR. Hakim).

Setiap yang dilarang Allah akan menimbulkan dosa, dan jika larangan itu tidak dilakukan maka Allah akan memberikan ganjaran.

Bagi perempuan muslimah, hendaklah berhijab, menutup aurat sehingga tidak menimbulkan dosa bagi yang melihat.

Semoga kita bisa mengendalikan dan menjaga pandangan kita.

Iklan

6 thoughts on “Menjaga Pandangan (Ghadul Bashar)

  1. Walau tidak disangsikan untuk ghadul bashar di zaman ini sangatlah tidak mudah. Soal hal-hal yang menarik perhatian begitu banyak -selain dari keluar rumah- dll.
    Cuma perlu ditambahkan juga disana mas, tidak hanya ghadul bashor, karena diayat ditambahkan dengan “menjaga kemaluan”, dua hal yang tidak bisa dipisah dalam masalah “penjagaan”.

    Disukai oleh 1 orang

  2. Setidak-tidaknya kalo sudah tahu itu mendatangkan dosa, maka insya Allah semoga kita mampu menghidarkan mata kita dari objek yang diharamkan itu, aamiin…

    Disukai oleh 1 orang

Silahkan Beri Kesan dan Komentar Anda disini

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s